Galeri Foto

Rabu, 25 Maret 2015

TUBING MENGARUNGI KALI PROGO, SIAPA TAKUT .... ?



Kali Progo secara geografis dipandang sebagai sungai yang paling unik, karena diantara sungai lain di Pulau Jawa hanya Kali Progo yang mengalir ke laut selatan, sedangkan yang lain mengalir ke laut Jawa, mata air Kali Progo berada di hutan wisata Jumprit, tempat pengambilan air suci setiap hari raya Waisyak. Semenjak dari hulu sampai hilir kali Progo telah memberi berkah kepada masyarakat sepanjang sungai itu, selain mengairi persawahan juga menyediakan aneka biota air, seperti ikan dan sebagainya yang mencukupi kebutuhan bukan hanya petani namun juga nelayan lokal.
Kali ini kali Progo menambah manfaat baru sebagai destinasi wisata yang dapat memacu andrenalin, bagi siapapun yang ingin tantangan alam kini telah ada komunitas anak muda yang akan memfasilitasi anda menyalurkan hoby bertualang menyusuri aliran Progo dengan atraksi Tubing.

Senin, 23 Maret 2015

MENCARI IDENTITAS KOTA TEMANGGUNG DENGAN KEARIFAN LOKAL



SEKEDAR OPINI:
Secara hipotetik, pertumbuhan dan pengembangan kota-kota kecil di Indonesia, dari masa ke masa tak lepas dari perkembangan kota Jakarta, sah-sah saja kalau Jakarta dijadikan parameter daerah. Padahal dalam sebuah studi kasus, identitas kota Jakarta sendiri telah perlahan tergerus sejak pengembangan kota Batavia (1937), hilangnya ruang terbuka yang sarat wajah asli Betawi, diiringi degradasi budaya lokal telah membentuk Jakarta menjadi kota modern yang kehilangan identitasnya. Jadi apa yang diharap dari sebuah kota seperti Jakarta untuk dijadikan tolok ukur dalam konteks membangun kota yang memiliki identitas lokal.
Belum terlambat bagi kota Temanggung, yang saat ini masih dalam proses pengembangan kota untuk berpacu dengan kota-kota lain, apalagi dipicu dengan mengejar citra kota Adipura. Banyak sarana dan prasarana (infrastruktur) kota yang mesti dibangun di Temanggung, dengan satu catatan boleh berkembang sebaik mungkin, yang penting tidak meninggalkan karakteristik daerah sebagai identitas lokal.

Minggu, 22 Maret 2015

LEDAKAN BOM DI TEPI KALI PROGO



Minggu (08/03/2015), ditengah hebohnya issue terorisme, serta munculnya gerakan radikal seperti ISIS, dengan segala aksinya yang meresahkan, siang bolong jam 12.45 di tepian Kali Progo Temanggung tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah ledakan keras terdengar dalam radius 1 KM, diikuti dengan asap hitam membumbung ke angkasa.
Itulah proses pengamanan benda berbahaya berupa mortir aktif yang dilakukan oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Jateng.

Kamis, 19 Maret 2015

APA KABAR PEMBANGUNAN PASAR LEGI PARAKAN ?



Apa kabar, sudah sejauh mana progres pembangunan Pasar Legi Parakan ?, kira-kira begitu pertanyaan warga Temanggung dimanapun berada. Setelah bertahun-tahun masyarakat khususnya Parakan berharap agar pasar peninggalan jaman Belanda itu dibangun, sekarang saat dilaksanakan pembangunan kembali berharap kapan selesainya, satu pertanyaan yang wajar terjadi pada orang awam.
Memang cukup beralasan pertanyaan itu terlontar, masalahnya pada minggu ketiga bulan Maret ini pembangunan Pasar Legi mengalami keterlambatan 5% dari target yang ditentukan, ini yang membuat pusing khususnya bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Rabu, 18 Maret 2015

MENYAMBUT MUSIM TANAM TEMBAKAU 2015




Ketika banyak orang meributkan bahaya rokok yang berbahan baku tembakau, masyarakat di lereng gunung kembar Susi (Sumbing–Sindoro) Kabupaten Temanggung justru menganggap tanaman tembakau sebagai berkah, bukan hanya petani saja yang berharap panen emas tembakau, namun masyarakat di wilayah Kabupaten Temanggung ikut menikmati limpahan rejeki dari emas hijau tersebut.
Bayangkan setiap panen raya para petani akan berlimpah rejeki dari hasil penjualan tembakau, sudah menjadi tradisi mereka lalu membelanjakan uangnya untuk membeli aneka kebutuhan konsumtif, inilah yang dinanti para pedagang di kota dari para petani yang tengah panen rupiah.

BANK SAMPAH “ KENCANA ASRI “ PURI KENCANA




Sebuah embriyo mulai tumbuh menjadi lembaga, ini patut diacungi jempol tanda salut. Ketika Badan Lingkungan Hidup ( BLH ) berkolaborasi dengan Bidang Tata Kota Dinas Pekerjaan Umum ( DPU ) menawarkan program Bank Sampah, sebuah komunitas kecil yang disebut Kelompok Swadaya Masyarakat Sadar Lingkungan di Perumahan Puri Kencana Temanggung langsung bereaksi cepat, menyambut dengan antusias,  merespon tawaran tersebut dengan membentuk Bank Sampah dengan nama “ Kencana Asri “, menyusul bank sampah “ Berkah Taper “ Perumahan Tawangsari yang telah lebih dahulu terbentuk.

Senin, 16 Maret 2015

AKANKAH TEMANGGUNG MENUJU KOTA HIJAU ?



OPINI, ini sebuah tantangan ke depan tidak hanya untuk kota Temanggung, namun untuk kota-kota lain di Indonesia, fakta tekanan urbanisasi yang terjadi akhir-akhir ini dapat memicu degradasi kualitas lingkungan berbarengan dengan eksternalitas negatif seperti banjir, kemacetan, kekumuhan dan krisis infrastruktur.
Perubahan iklim ( climate change ) dan makin terbatasnya sumberdaya pendukung ( finite resources ) ada baiknya dijadikan sebuah parameter, betapa dampak dari semua itu mulai dirasakan belakangan ini, upaya mitigasi dan adaptasi harusnya diprogramkan pemerintah kota/ kabupaten dengan baik dalam arus utama pembangunan kota, demikian juga pola produksi dan konsumsi sumberdaya perlu dikembangkan dengan cara yang smart dan efisien, sehingga telapak ekologis wilayah dapat dipertahankan.