Galeri Foto

Kamis, 19 Maret 2015

APA KABAR PEMBANGUNAN PASAR LEGI PARAKAN ?



Apa kabar, sudah sejauh mana progres pembangunan Pasar Legi Parakan ?, kira-kira begitu pertanyaan warga Temanggung dimanapun berada. Setelah bertahun-tahun masyarakat khususnya Parakan berharap agar pasar peninggalan jaman Belanda itu dibangun, sekarang saat dilaksanakan pembangunan kembali berharap kapan selesainya, satu pertanyaan yang wajar terjadi pada orang awam.
Memang cukup beralasan pertanyaan itu terlontar, masalahnya pada minggu ketiga bulan Maret ini pembangunan Pasar Legi mengalami keterlambatan 5% dari target yang ditentukan, ini yang membuat pusing khususnya bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Rabu, 18 Maret 2015

MENYAMBUT MUSIM TANAM TEMBAKAU 2015




Ketika banyak orang meributkan bahaya rokok yang berbahan baku tembakau, masyarakat di lereng gunung kembar Susi (Sumbing–Sindoro) Kabupaten Temanggung justru menganggap tanaman tembakau sebagai berkah, bukan hanya petani saja yang berharap panen emas tembakau, namun masyarakat di wilayah Kabupaten Temanggung ikut menikmati limpahan rejeki dari emas hijau tersebut.
Bayangkan setiap panen raya para petani akan berlimpah rejeki dari hasil penjualan tembakau, sudah menjadi tradisi mereka lalu membelanjakan uangnya untuk membeli aneka kebutuhan konsumtif, inilah yang dinanti para pedagang di kota dari para petani yang tengah panen rupiah.

BANK SAMPAH “ KENCANA ASRI “ PURI KENCANA




Sebuah embriyo mulai tumbuh menjadi lembaga, ini patut diacungi jempol tanda salut. Ketika Badan Lingkungan Hidup ( BLH ) berkolaborasi dengan Bidang Tata Kota Dinas Pekerjaan Umum ( DPU ) menawarkan program Bank Sampah, sebuah komunitas kecil yang disebut Kelompok Swadaya Masyarakat Sadar Lingkungan di Perumahan Puri Kencana Temanggung langsung bereaksi cepat, menyambut dengan antusias,  merespon tawaran tersebut dengan membentuk Bank Sampah dengan nama “ Kencana Asri “, menyusul bank sampah “ Berkah Taper “ Perumahan Tawangsari yang telah lebih dahulu terbentuk.

Senin, 16 Maret 2015

AKANKAH TEMANGGUNG MENUJU KOTA HIJAU ?



OPINI, ini sebuah tantangan ke depan tidak hanya untuk kota Temanggung, namun untuk kota-kota lain di Indonesia, fakta tekanan urbanisasi yang terjadi akhir-akhir ini dapat memicu degradasi kualitas lingkungan berbarengan dengan eksternalitas negatif seperti banjir, kemacetan, kekumuhan dan krisis infrastruktur.
Perubahan iklim ( climate change ) dan makin terbatasnya sumberdaya pendukung ( finite resources ) ada baiknya dijadikan sebuah parameter, betapa dampak dari semua itu mulai dirasakan belakangan ini, upaya mitigasi dan adaptasi harusnya diprogramkan pemerintah kota/ kabupaten dengan baik dalam arus utama pembangunan kota, demikian juga pola produksi dan konsumsi sumberdaya perlu dikembangkan dengan cara yang smart dan efisien, sehingga telapak ekologis wilayah dapat dipertahankan.